38 Anak Lulus di Sekolah Budaya YADUPA Byak

38 Anak Lulus di Sekolah Budaya YADUPA Byak

Biak,  – Sekolah Budaya Binaan Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa) di Biak Selasa, (23/6/2015) siang kemarin meluluskan 38 anak binaan mereka di Kampung Opiaref Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Direktur Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa), Leo Imbiri mengatakan, penamatan ke-38 anak binaan mereka melalui sekolah budaya yang didirikan di Biak adalah suatu proses inisiasi dalam budaya karena anak-anak binaan mereka itu telah melalui suatu proses pendidikan budaya dengan baik.

“Yang mana di dalamnya bukan hanya menanamkam keahlian dalam kepala mereka tentang bagaimana menari, menyanyikan lagu wor dan mengukir dengan baik tapi lebih dari itu telah menanamkan satu nilai peradaban bahwa anak-anak Opiaref kedepan tidak akan bertumbuh menjadi orang laintapi menjadi anak-anak Opiaref yang punya identitas dan nilai-nilai identitas,”ujar Imbiri

Imbiri mengatakan sudah dan sering kemana-mana, dan tampil dengan identitasnya sebagai anak adat Serui dari Ambai, dan anak Papua dan bangga atas identitasnya. Jadi kata Imbiri hal itu yang mau hendak dilakukan bagi anak-anak Opiaref dan Biak supaya kelak tidak menjadi orang lain tapi menunjukan kepada orang lain bahwa mereka anak-anak Biak, Binsyowi dan Kamasan dari Opiaref.

Imbiri mengakui, proses pembelajaran dan penamatan anak-anak binaan mereka di sekolah budaya mendapat kekurangan tapi menurutnya itu tidak penting, yang terpenting ada sesuatu yang dibuat dan dimulai bagi masyarakat adat.

Kepada seluruh pihak terlibat dalam proses pembelajaran dan penamatan anak-anak binaan sekolah budaya di Imbiri minta untuk tetap bersama-sama mereka untuk belajar dari apa yang telah dibuat dan dilakukan bersama-sama dan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan sehingga kedepannya dapat menghasilan anak-anak muda Opiaref yang beridentitas.

“Saya berharap sekolah budaya di Opiaref memberi kontribusi bagi pendidikan budaya, di Kabupaten Biak Numfor tapi juga masyarakat adat di Tanah Papua. Selain itu saya juga berharap semangat yang terjadi antara kita, baik antara Pemda, pemerintah kampong, gereja dan masyarakat, dapat terus di kembangkan dan di jaga supaya sekolah budaya di Opiaref benar-benar menjadi milik masyarakat, adat opiarek,”tuturnya.

Imbiri selaku Direktur Yadupa mengatakan pihaknya sama sekali tidak berkeinginan menjadikan sekolah budaya di Biak ( Opiaref dan Amroben ) menjadi milik Yadupa, karena mereka berkeinginan sekolah budaya di Biak menjadi milik masyarakat adat Biak, menjadi milik masyarakat dimana sekolah budaya itu berada.

Untuk itu ia meminta semua pihak untuk mendukung dan membangun sekolah budaya yang didirikan di Biak agar kelak melahirkan anak-anak adat yang menunjukan identitas dan jatih diri sebagai orang Opiaref, Biak dan Papua

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Jubelius Usior mengatakan, proses penamatan 38 anak sekolah budaya di Biak merupakan anugerah Tuhan bagi masyarakat adat Biak.

Ia merasa proses penamatan anak-anak sekolah budaya merupakan sesuatu yang berbeda dan luar biasa, ia mengakui proses penamatan anak-anak sekolah budaya yang dilakukan bukan begitu saja tapi melalui pemikiran dan tindakan kerja keras yang luar biasa yang timbul dari anak-anak adat Papua, karena menyadari adat dan budaya memberikan suatu nilai bagi kehidupan manusia dan mempersatukan masyarakat adat.

“ Kita bisa begini karena nilai-nilai itu telah tumbuh meskipun ada perbedaan,”ujarnya

(sumber : Tabloid Jubi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *